Paradigma Psikologi Cognitive dan Behavioristic
Paradigma Psikologi Cognitive dan Behavioristic
Sebelum mengetahui lebih lanjut
tentang Paradigma Psikologi Kepribadian Cognitive dan Behavioristic lebih baik
kita mengetahui dulu arti subkata yang merangkainya.
A.
Pengertian Paradigma
Secara etimologis paradigma berarti model teori ilmu pengetahuan atau
kerangka berpikir.Sedangkan secara terminologis paradigma berarti
pandangan mendasar para ilmuan tentang
apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari oleh suatu cabang
ilmu pengetahuan. selain itu ada
beberapa ahli yang juga mendefenisikan paradigma, contohnya Thomas Kuhn,
paradigma dapat didefinisikan sebagai kerangka konseptual atau model yang
dengannya seorang ilmuwan bekerja (a conceptual framework or model within which
a scientist works). pengertian paradigma itu sendiri sebenarnya berkembang dari
definisi paradigma pengetahuan yang dikembangkan oleh Thomas Kuhn dalam rangka
menjelaskan cara kerja dan mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya ilmu-ilmu alam.
sedangkan George Ritzer memberikan pengertian paradigma sebagai gambaran
fundamental mengenai subjek ilmu pengetahuan. Paradigma memberikan batasan
mengenai apa yang harus dikaji, pertanyaan yang harus diajukan, bagaimana harus
dijawab dan aturan-aturan yang harus diikuti dalam memahami jawaban yang
diperoleh.
B.
Pengertian Psikologi
Ilmu psikologi merupakan bagian dari
ilmu sosial yang memiliki metode dan cara kerja yang khas (lebih bersifat
fenomenologis, kualitatif, dan interpretatif).
Menurut asalnya katanya, psikologi berasal
dari bahasa Yunani Kuno : “ψυχή” (Psychē yang berarti jiwa) dan “-λογία”
(-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat
diartikan dengan ilmu yang mempelajari tetang jiwa.Psikologi tidak mempelajari
jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi
membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa
tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat
didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses
mental.
C.
Pengertian Kepribadian
Istilah personality berasal dari
kata latin “persona” yang berarti topeng atau kedok, yaitu tutup muka yang
sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan
perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Bagi bangsa Roma, “persona” berarti
bagaimana seseorang tampak pada orang lain. Kepribadian adalah keseluruhan cara
seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian
paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang
ditunjukkan oleh seseorang.
Berdasarkan psikologi, Gordon
Allport menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek
psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi,
kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport
menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.
D.
Paradigma Psikologi Kepribadian Cognitive
Psikologi kognitif adalah kajian studi
ilmiah mengenai proses-proses mental atau pikiran (the scientific study of
mental processes or activities).
Prinsip
dasar psikologi kognitif
*
Belajar aktif
*
Belajar lewat interaksi sosial
*
Belajar lewat pengalaman sendiri Di dalam dunia psikologi, mempelajari
psikologi kognitif sangat diperlukan, karena :
•
Kognisi adalah proses mental atau pikiran yang berperan penting dan mendasar
bagi studi-studi psikologi manusia.
•
Pandangan psikologi kognitif banyak mempengarui bidang-bidang psikologi yang
lain. Misalnya pendekatan kofnitif banyak digunakan di dalam psikologi
konseling, psikologi konsumen dan lain-lain.
•
Melalui prinsiprinsip kognisi, seseorang dapat mengelola informasi secara
efisien dan terorganisasikan dengan baik.
Teori psikologi kognitif berkembang
dengan ditandai lahirnya teori Gestalt (Mex Weitheimer di Jerman) yang
menyatakan bahwa pengalaman itu berstruktur yang terbentuk dalam suatu
keseluruhan. Suatu masalah bisa dipahami jika dilihat secara keseluruhan, bukan
dalam elemen-elemen yang terpisah.
Hukum-Hukum
Teori Gestalt
1.
Prinsip Kedekatan (Proximity)
Objek-objek
visual yang terletak berdekatan atau tampil di dalam waktu yang bersamaan
cenderung dipersepsi sebagai satu kesatuan.
2.
Prinsip Kemiripan (Similarity)
Objek-objek
visual yang memiliki struktur sama atau mirip, cenderung dipersepsi atau
dilihat sebagai satu kesatuan (kelompok).x
3.
Prinsip Searah (Direction)
Objek-objek
visual cenderung dipersepsi sebagai satu kesatuan apabila berada didalam satu
arah pandangan.
4.
Prinsip Ketertutupan (clusure)
Elemen-elemen
objek atau stimulus yang kurang lengkap cenderung dilihat secara lengkap.
5.
Prinsip Pragnan
Tata
letak sejumlah objek, meski kurang beraturan, cenderung dipersepsi secara baik,
sederhana dan bermakna tertentu.
E.
Paradigma Psikologi Kepribadian Behavioristic
Teori belajar behavioristik merupakan
proses perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus
dengan respons yang menyebabkan siswa mempunyai pengalaman baru. Aplikasinya
dalam pembelajaran adalah bahwa guru memiliki kemampuan dalam mengelola
hubungan stimulus respons dalam situasi pembelajaran sehingga hasil belajar
siswa dapat optimal.
Adapun
tokoh-tokoh dalam teori belajar behavioristik:
1. Edward Lee Thorndike (1874-1949)
Seorang pendidik & psikolog
berkebangsaan Amerika, mengemukakan bahwa belajar merupakan peristiwa
terbentuknya asosiasi –asosiasi antara peristiwa- peristiwa yang disebut
stimulus (S) dengan respon (R). Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan
eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi \
berbuat, sedang respon adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena
adanya perangsang. Teori belajar yang dikemukakan Thorndike sering disebut
dengan teori koneksionisme\ teori asosiasi. Thorndike mengemukakan bahwa
terjadinya asosiasi antara stimulus & respon mengikuti hukum- hukum :
• Hukum kesiapan (Law of readiness),
semakin siap suatu organisme memperoleh suatu perubahan tingkah laku maka
pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga
asosiasi cenderung diperkuat.
• Hukum latihan (Law of exercise),
semakin sering suatu tingkah laku diulang\ dilatih (digunakan) maka asosiasi
tersebut akan semakin kuat.
• Hukum akibat (Law of effect),
hubungan stimulus respon cenderung diperkut bila akibatnya menyenangkan
& cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan.
Tambahan
hukum Thorndike :
1. Hukum Reaksi Bereaksi (Multiple
Response)
2. Hukum Sikap (Set \Attitude)
3. Hukum Aktivitas Berat
Sebelah(Prepotency of Element)
4. Hukum Respon by Analogy
5. Hukum Perpindahan Asosiasi
Beberapa
revisi hukum belajar :
• Hukum latihan ditinggalkan karena
ditemukan pengulangan tidak cukup untuk memperkuat hubungan stimulus respon
sebaliknya tanpa pengulangan hubungan stimulus respon belum tentu diperlemah.
• Hukum akibat direvisi. Dikatakan oleh
Thorndike bahwa yang berakibat positif untuk perubahan tingkah laku adalah
hadiah sedangkan hukuman tidak berakibat apa-apa.
• Syarat utama terjadinya hubungan
stimulus respon bukan kedekatan , tetapi adanya saling sesuai antara stimulus
& respon.
• Akibat suatu perbuatan dapat menular
(Spread of Effect) baik pada bidang lain maupun pada `individu lain.
2. Burrhus Frederic Skinner (1904- 1990)
Tokoh
behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung (directed instruction )
& menyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning
yang berkebangsaan Amerika. Gaya mengajar guru dilakukan secara searah
& dikontrol melalui pengulangan (drill) & latihan (exercise).
Manajemen kelas menurut Skinner :berupa usaha untuk memodifikasi perilaku
(behavior modification ) antara lain dengan proses penguatan (reinforcement)
yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan & tidak memberi
ingatan apa pun pada perilaku yang tidak tepat. Skinner menyatakan bahwa unsur
terpenting dalam belajar adalah penguatan (reinforcement) maksudnya pengetahuan
yang terbentuk melalui ingatan stimulus- respon akan semakin kuat apabila
diberi penguatan Skinner membagi penguatan menjadi 2 yaitu penguatan positif
& penguatan negative. Bntuk –bentuk penguatan positif :hadiah, permen,
kado, makanan,perilaku (senyum, menganggukkan kepala untuk menyetujui, bertepuk
tangan, mengacungkan jempol)\ penghargaan. Bentuk –bentuk penguatan negative
menunda\tidak memberi penghargaan, memberikan tugas tambahan /menunjukkan
perilaku tidak senang Beberapa prinsip belajar Skinner:
1. Hasil belajar harus segera
diberitahukan pada siswa ,jika salah dibetulkan jika benar diberi penguat
2. Proses belajar harus mengikuti irama
dari yang belajar
3. Materi pelajaran digunakan system modul
4. Dalam proses pembelajaran lebih
dipentingkan aktivitas sendiri
5. Dalam proses pembelajaran tidak
digunakan hukuman. Untuk ini lingkungan perlu diubah untuk menghindari adanya
hukuman
6. Tingkah laku yang diinginkan pendidik,
diberi hadiah & hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable
rasio reinforcer
7. Dalam pembelajaran digunakan shaping







0 Response to "Paradigma Psikologi Cognitive dan Behavioristic"
Posting Komentar